"Ma, ikutan lomba ini yuk?" Iya, ceritanya dua bulan lalu, aku diajak oleh temanku untuk mengikuti suatu kompetisi matematika di Jakarta. Dia adalah teman yang ku kenal semenjak ospek di kampus ternama di wilayah ku. Dan kuakui dia memang jago dibidang tersebut. Kami sering mengikuti kompetisi yang membawa nama jurusanku itu. Sebelumnya sejak SMA ku juga pernah mencoba mengikuti hal serupa, namun selalu gagal. Dia mengajakku karena sebelumnya pernah menolak mengikuti ajang yang sama di tingkat nasional, yakni seleksi Olimpiade Nasional Perguruan Tinggi karena seleksinya bersamaan dengan kegiatan menghapal Al Qur'an di masjid kampus Akhirnya, karena ku tidak ingin melewatkan kesempatan, aku pun menyanggupi tawarannya "Oke, aku ikut....." Seleksi tingkat jurusan ku jalani dengan senang hati, berharap kali ini bisa lolos dan membawa nama baik kampus. Alhamdulillah akhirnya namaku lolos bersama 9 orang lainnya, termasuk dia yang mengajakku. Namun setelah p...